Breaking News

Menggali Strategi Terowongan SDF di Suriah

Di pedesaan Ain Issa, Raqqa, Suriah, perubahan besar tengah terjadi. Pusat pakan ternak yang dulunya melayani warga kini berubah fungsi menjadi pangkalan militer. Strategi ini dilakukan oleh SDF, atau Pasukan Demokratik Suriah, dengan membangun jaringan terowongan bawah tanah.

Video laporan dari akun @althawra_sy menampilkan langsung aktivitas pembangunan ini. Reporter mengenakan rompi "PRESS" berdiri di lokasi bersalju, dengan tumpukan blok beton dan bahan bangunan di sekitarnya. Aktivitas konstruksi terlihat padat meski cuaca ekstrem.

SDF membawa material setelah menggali tanah, membangun terowongan yang menjadi inti pangkalan militer. Tujuannya jelas: memperkuat pertahanan dan mengantisipasi serangan udara yang mungkin terjadi.

Seorang saksi lokal diwawancarai. Ia mengenakan mantel tebal dan topi, mengungkapkan kekesalannya karena bahan bangunan seharusnya untuk warga, kini dipakai untuk kebutuhan militer.

"Semua uang rakyat masuk ke bawah tanah untuk terowongan," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan warga terhadap prioritas pembangunan yang lebih condong ke militer daripada sipil.

Visual dalam video menampilkan dinding dengan grafiti dan simbol YPG, bagian dari SDF. Peta Suriah juga disertakan untuk menunjukkan lokasi strategis Ain Issa.

Rekaman dari dalam terowongan memperlihatkan aktivitas intens para pekerja yang memasang blok beton dan memperkuat struktur. Terowongan ini dirancang untuk menahan serangan udara, mirip dengan teknik pertahanan modern.

Pengamat militer menyatakan, fokus SDF pada terowongan bawah tanah mengingatkan pada strategi Muammar Khaddafi di Libya. Khaddafi membangun jaringan bunker dan terowongan sebagai pusat komando dan perlindungan dari serangan udara NATO.

Berbeda dengan milisi yang didukung Iran di Deir Ezzour, yang cenderung mengabaikan pembangunan bawah tanah, SDF menunjukkan pendekatan lebih sistematis dan strategis.

Sejarah membuktikan efektivitas terowongan militer. Saat rezim Assad jatuh, terowongan hanya dibangun di istana presiden, sementara SDF kini memperluas strategi itu ke wilayah luas.

Video berdurasi sekitar satu menit tiga puluh tujuh detik ini disiapkan oleh Muhammad Abu al-Huda al-Homsi. Narasi menggunakan bahasa Arab lokal, meski subtitle terlihat ada beberapa kesalahan transkripsi.

Reporter menekankan bahwa transformasi pusat pakan ternak menjadi pangkalan militer adalah prioritas militer di atas kebutuhan sipil. Warga setempat merasakan dampaknya langsung.

Akibat pembangunan terowongan, banyak warga kesulitan memperoleh kebutuhan pokok seperti roti dan bahan makanan. Sumber daya dialihkan untuk proyek militer.

Beberapa tumpukan blok beton dan bahan konstruksi terlihat menumpuk di lokasi. Aktivitas pembangunan berlangsung intens meski cuaca bersalju dan kondisi medan sulit.

Grafiti YPG di dinding pangkalan menegaskan identitas militer SDF yang menguasai lokasi. Simbol ini sekaligus menjadi peringatan bagi pihak luar yang mencoba menyerang.

Pembangunan terowongan bawah tanah menjadi investasi strategis bagi SDF. Struktur ini dirancang untuk menyimpan persenjataan, personel, dan peralatan militer secara tersembunyi dari pengawasan musuh.

Pengamat militer menilai, strategi ini selaras dengan metode Khaddafi, yang memanfaatkan bunker dan terowongan untuk bertahan menghadapi serangan udara dan darat.

Saksi lokal menambahkan, pembangunan terowongan juga mengganggu aktivitas pertanian. Tanah yang produktif kini dijadikan area militer, menimbulkan konflik kepentingan dengan warga.

Video ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat dan pengamat internasional. Banyak yang mengkritik SDF karena lebih fokus pada pertahanan militer daripada kesejahteraan rakyat.

Kesimpulannya, strategi pembangunan terowongan bawah tanah SDF di Ain Issa menunjukkan pendekatan militer yang matang dan mirip Khaddafi. Struktur ini memperkuat posisi strategis dan kesiapan menghadapi serangan udara.

Laporan ini menjadi pengingat bahwa konflik bersenjata di Suriah tidak hanya mengubah lanskap sosial dan ekonomi, tetapi juga memacu inovasi militer yang kompleks dan canggih.

Tidak ada komentar